Tentang IPAL

The Indonesian Healthcare Facilities Waste Water Treatment Plant Manufacturer Association

Dalam merencanakan suatu IPAL, maka perlu ditempuh beberapa langkah pengerjaan yang dimulai dari survai lapangan, analisa laboratorium, analisis data dan pemilihan teknologi (proses) yang akan digunakan. Jika langkah-langkah tersebut telah ditempuh baru dilakukan disain IPAL yang direncanakan. Pemilihan peralatan perlu dilakukan dengan tepat, setiap unit alat (pompa, blower, bahan bangunan) mempunyai karakteristik yang berbeda dan harus disesuaikan dengan sifat-sifat limbah yang akan diolah serta kondisi lingkungannya.

 

Pemilihan proses, sistem dan spesifikasi alat yang tidak tepat atau disain IPAL yang salah akan menimbulkan berbagai persoalan di dalam IPAL itu sendiri, misalnya :

  • Biaya investasi, operasional maupun perawatannya akan menjadi mahal,
  • Sistem tidak dapat bekerja secara optimal,
  • Hasil olahan tidak seperti yang diinginkan,
  • Sulit dalam pengendalian/operasional,
  • Peralatan cepat rusak (korosi, panas, tidak awet dll). Untuk menghindari hal-hal seperti tersebut di atas, maka dalam perencanaan suatu IPAL harus dilakukan tahap demi tahap mulai dari survai sumber limbah, dilanjutkan dengan upaya minimalisasi limbah, manajemen pengelolaan limbah, sampai dengan pemilihan teknologi dan sistem IPAL yang akan digunakan.

Pemilihan teknologi pengolahan air limbah sangat ditentukan oleh karakteristik air limbah yang akan diolah serta kualitas air olahan yang diinginkan. Pemilihan teknologi yang tepat, disamping akan mendapatkan kualitas hasil olahan yang baik juga akan menghemat biaya operasional IPAL. Kualitas air hasil olahan ditentukan oleh Peraturan Pemerintah setempat dan peruntukan badan air atau sungai dimana air olahan IPAL tersebut akan dibuang.

 

  1. ASPEK TEKNIS

Teknologi pengolahan air limbah yang akan digunakan harus memenuhi beberapa kriteria antara lain :

  • Efisiensi pengolahan dapat mencapai standar baku mutu lingkungan.
  • Pengelolaannya harus mudah.
  • Konsumsi energi sedapat mungkin rendah.
  • Biaya operasinya rendah.
  • Lumpur yang dihasilkan sedapat mungkin kecil.
  • Perawatannya mudah dan sederhana.

 

  1. PEMILIHAN ALAT

 

Saat ini banyak Produsen IPAL yang membantu konsumen sampai mendapatkan ijin pembuangan limbah cair dari Pemerintah Daerah setempat. Oleh karena adanya keterlibatan Produsen IPAL memainkan peranan penting, karena disisi lain konsumen sangat terbantu dengan bantuan teknis ini.

Beberapa daftar periksa dibawah ini akan membantu para konsumen untuk memilih Produsen IPAL sebagai strategi perencanaan kebutuhan alat pengolah limbah, yaitu:

 

  1. Apakah Produsen IPAL memiliki Registrasi Teknologi Ramah Lingkungan? (YA/TIDAK), jika Ya (Minta nomor registrasi dan cek di situs web : http://standardisasi.menlhk.go.id
  2. Apakah Produsen memiliki rekam jejak pada IPAL sebelumnya yang telah lulus dan mendapatkan izin pembuangan limbah cair dari Pemda setempat? (YA/TIDAK), jika YA (minta bukti Izin yang sudah diterbitkan).
  3. Apakah Produsen menawarkan jaminan penuh bahwa IPAL yang diproduksi akan mendapatkan izin pembuangan limbah cair/ (YA/TIDAK) jika YA (Minta surat resmi dari Produsen IPAL).
  4. Apakah Produsen diakui statusnya oleh Asosiasi terkait seperti Asosiasi Produsen IPAL Indonesia (IPALINDO)? (YA/TIDAK) minta bukti terkait.
  5. Apakah Produsen menawarkan garansi penuh terhadap ketersediaan suku cadang dan transfer pengetahuan teknis untuk operator IPAL? (YA/TIDAK) minta surat resmi.

 

Jika terdapat jawaban TIDAK dari salah satu daftar periksa diatas, maka Konsumen harus mempertanyakan kemampuan dan tanggungjawab Produsen terhadap Produk yang dihasilkannya.